PADANG, Maestroinfo--Kementerian Perdagangan melalui Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan PLK Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapepbti), menggelar pertemuan teknis Pasar Lelang Komoditas (PLK) tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan di aula Dinas Perindag Sumbar, Selasa (8/9).
Acara dihadiri Kepala Biro Pembinaan SRG dan PLK Kementrian Perdagangan, Widiastuti. Juga hadir Koordinator Pasar Lelang Bapepbti, Himawan dan Kepala Dinas Perindag Sumatera Barat, Asben Hendri.
Widiastuti mengatakan, pertemuan teknis ini diselenggarakan sebagai sarana untuk melakukan komunikasi, koordinasi dan evaluasi terhadap langkah-langkah teknis yang telah dilakukan, terkait implementasi PLK di Sumbar. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan suatu pemahaman dan rencana ke depan yang sama dengan pengembangan pasar lelang ke depannya.
“Kebijakan pengembangan masalah komoditas tetap diarahkan pada revitalisasi pasar lelang yang mengedepankan kemandirian dan profesionalisme. Sehingga penyelenggaraan PLK dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Sementara Asben Hendri mengatakan, pasar lelang yang selama ini pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk ke depannya akan dikelola oleh PT. Grafika Jaya Sumbar, sebagai salah satu BUMD milik Pemprov Sumbar.
“Yang pasti, pertemuan ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha yang tergabung di pasar lelang. Dan tentunya bagi PT Grafika yang sudah ditunjuk Bapepbti sebagai penyelenggara PLK. Semoga pelaksanaan PLK tahun ini dapat lebih meningkat dalam hal transaksi,” kata Asben.
Kabid Perdagangan Disperindag Sumbar, Ridonald dalam laporannya mengatakan, untuk tahun 2015, nilai transaksi di pasar lelang mencapai Rp21 miliar. Sementara berturut-turut pada tahun 2016 sebesar Rp13 miliar, tahun 2017 Rp9 miliar, tahun 2018 Rp14 miliar dan tahun 2019 Rp6 miliar.
“Untuk tahun 2020, belum ada pelaksanaan pasar lelang, karena adanya pandemi Covid-19,” ujar Ridonald.
Ditambahkan Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumbar, Hasnurita, bahwa di Sumatera Barat terdapat lima buah resi gudang. Masing-masingnya terdapat di Solok, Tanah Datar, Pasaman dan dua resi gudang di Limapuluh Kota. "Tapi sekarang tidak ada yang jalan, karena komoditi yang ada di daerah itu habis terjual begitu selesai panen," ujar Hasnurita. Marlim

