Ahli dari Unand Dampingi Petani Maggot

No Comments

 

Melihat potensi yang dimiliki petani maggot Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Andalas Padang mengadakan program kemitraan masyarakat dengan melakukan kunjungan ke Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota.

PADANG, Mastroinfo--  Masyarakat kita belum banyak yang kenal apa itu maggot, dalam bahasa latin maggot di sebut Hermetia Illucens atau sering juga di sebut lalat tentara hitam (Black Soldier Flies) atau BSF.

Maggot memiliki biomassa dengan kandungan protein dan lemak tinggi, kandungan protein larva lalat tentara hitam sebesar 45-50% sementara makanan yang mengandung protein kasar sebesar 19% dapat dijadikan sebagai sumber protein hewani untuk pakan ternak.

Melihat potensi yang dimiliki maggot maka tim pengabdian masyarakat dari Universitas Andalas Padang yang beranggotakan Dr Resti Rahayu dari Jurusan Biologi, Dr Haliaturahmah dari Fakultas Pertanian dan Dr Zulkarnain dari Fakultas Peternakan mengadakan program kemitraan masyarakat dengan melakukan kunjungan ke Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam kunjungan tersebut tim dari LPPM Unand di sambut oleh Edmon,  Ketua Kelompok Peternak Mungka.

Dalam sambutannya Edmon mengucapkan terima kasih atas kunjungan tim pengabdian masyarakat Universitas Andalas Padang.

"Saya atas nama kelompok petani mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu yang sudah berkenan berkunjung ke tempat kami," ujar Edmon.

Edmon kemudian mengajak rombongan yang terdiri perwakilan peternak dari Kecamatan Kuranji Kota Padang sebanyak 3 orang dan perwakilan mahasiswa sebanyak 7 orang  untuk berkeliling melihat-lihat tempat pemeliharaan maggot.

Selain itu, Edmon juga menunjukkan cara-cara yang dilakukan untuk memelihara maggot. Menurut Edmon dirinya memelihara maggot hanya untuk konsumsi sendiri, hal ini di sebabkan tidak adanya peralatan yang mendukung untuk peningkatan produksi maggot.

Tim pengabdian foto bersama di tempat pemeliharaan Maggot, Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota.

"Mudah-mudahan tim Program Kemitraan Masyarakat Unand bisa mencarikan solusi terhadap permasalahan kami ini," harap Edmon.

Sementara itu,  Dr Resti Rahayu sebagai Ketua Tim mengatakan bahwa Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Unand dengan Skim Program Kemitraan Masyarakat akan mengadakan pendampingan kepada kelompok petani Mungka ini.

"Kita akan coba Carikan solusi agar kelompok petani Mungka ini bisa memproduksi maggot.Di samping untuk konsumsi sendiri kita berharap juga bisa untuk di pasarkan. Di samping itu kita akan bina bagaimana supaya mereka juga bisa mengolah maggot menjadi pelet, pengeringan maggot dan packing," ujar Resti Rahayu yang di dampingi oleh anggota tim lainnya.Dengan adanya pendampingan ini diharapkan kelompok petani Mungka bisa memasarkan produk mereka.

Sementara itu Dr Zulkarnain mengatakan bahwa maggot dapat di berikan dalam bentuk basah atau kering.

"Maggot adalah solusi dari sekian permasalahan yang ada,seperti harga pakan yang mahal,sampah yang menumpuk mencemari lingkungan dan pupuk yang mahal," ujar ahli ilmu ternak unggas ini.

Jadi dengan di galakkannya produksi maggot ini maka permasalahan sampah pun bisa teratasi sebab makanan utama dari maggot adalah sampah.

Di samping untuk pakan ternak maggot juga bisa di gunakan sebagai pupuk.Untuk itu kami mendorong kepada kelompok tani agar memproduksi Maggot.

          Di samping untuk pemakaian sendiri, maggot juga bisa di jual, dengan demikian permasalahan ekonomi anggota kelompok tani akan bisa  teratasi. Sementara itu Dr Haliaturahmah dosen Fakultas Pertanian Unand mengatakan bahwa program pengabdian masyarakat ini adalah sebagai bentuk komitmen Unand dalam membantu pelaku usaha guna meningkatkan produktivitasnya. (Marlim)