Rusdi Saleh (pakai peci) bersama Efriyon Coneng, anggota DPRD Kota Solok saat mengikuti workshop nasional bagi para anggota DPRD PAN se-Indonesia gelombang ke dua, dari tanggal 12 sampai 15 Desember 2020.
SOLOK, Maestroinfo—Semenjak tanggal 9 hingga 15 Desember 2020 The Empire Palace Hotel di Jalan Blauran No.57-75, Genteng, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi saksi mengalirnya semangat ratusan anggota DPRD dari Partai Amanat Indonesia (PAN) dari berbagai wilayah di Indonesia dalam mengupgrade kemampuan serta meluruskan kembali orientasi sebagai wakil yang harus senantiasa memperjuangkan rakyat.
Acara yang digelar hampir sepekan itu mengangkat tema ; "Perkuat Struktur Partai dengan Semangat Sinergi dan Kolaborasi Dalam Menghadapi Transformasi Politik di Era Digital" tersebut.
Kegiatan internal kader PAN yang duduk menjadi anggota dewan di masing-masing daerah di Indonesia itu juga diikuti dua anggota DPRD Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Rusdi Saleh dan Efriyon Coneng.
Rusdi Saleh yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, kehadirannya ke Surabaya adalah untuk mengikuti workshop nasional bagi para anggota DPRD PAN se-Indonesia.
Ia mengatakan, untuk mematuhi protokol kesehatan, workshop itu dibagi dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama untuk daerah yang tidak melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dilaksanakan dari tanggal 9 sampai 12 Desember 2020.
Dari kiri ke kanan, Rusdi Saleh, Indra Rajo Lelo dan Marsanova Andesra.
Sedangkan gelombang kedua kata Rusdi Saleh menambahkan, adalah untuk daerah yang melaksanakan Pilkada.
“Jadi saya dengan pak Efriyon Coneng mengikuti workshop gelombang kedua, yaitu dari tanggal 12 sampai 15 Desember 2020,” kata Rusdi Saleh.
Rusdi Saleh mengatakan, untuk gelombang kedua tersebut kegiatan workshop langsung dibuka Ketum PAN Zulkifli Hasan.
"Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat serta kapasitas ruangan tidak lebih dari 30 persen dan setiap tempat duduk peserta juga berjarak minimal satu meter," beber Rusdi Saleh.
Dalam amanatnya kata Rusdi Saleh menjelaskan, Ketum PAN kembali mengingatkan Anggota DPRD PAN harus terus berjuang untuk masyarakat terutama fakir miskin.
“Ketum PAN tidak mau melihat lagi ada orang ditolak rumah sakit atau tidak bisa sekolah karena miskin,” kata Rusdi Saleh mengulang pesan Ketum PAN Zulkifli Hasan.
Rusdi Saleh bersama Marsanova Andesra kade PAN Kabupaten Limapuluh Kota saat mengikuti workshop nasional bagi para anggota DPRD PAN se-Indonesia gelombang ke dua, dari tanggal 12 sampai 15 Desember 2020.
Tak hanya itu, Zulkifli Hasan juga mewanti-wanti anggota DPRD PAN harus terus berjuang untuk rakyat yang diwakilinya, terutama kalangan masyarakat kelas bawah.
"Teruslah berjuang untuk masyarakat yang diwakili terutama untuk fakir miskin, nelayan para UMKM. Tidak boleh lagi ada orang miskin ditolak rumah sakit. Dan juga tidak boleh lagi ada anak yang tidak bisa sekolah karena miskin,” begitu pesan Ketum PAN Zulkifli Hasan pada seluruh anggota DPRD PAN yang hadir dalam workshop gelombang kedua tersebut.
Kepada Anggota DPRD PAN dari seluruh Indonesia Ketum PAN juga berpesan agar meluruskan niat dan motivasi ketika ingin menjadi anggota dewan dulu. Saat itu kata Rusdi Saleh, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengingatkan kader partai agar jangan kehilangan arah atau disorientasi.
“Saat itu bapak Zulkifli Hasan menegaskan bahwa lembaga legislatif dan eksekutif merupakan tempat memperjuangkan cita-cita, visi dan misi partai. Baik di DPRD ataupun di pemerintah, baik pusat maupun di daerah, memiliki tugas utama berjuang untuk kesejahteraan masyarakat. Bagi anggota DPRD di daerah membuat Perda dan DPR membuat Undang-Undang maka produknya haruslah yang berpihak kepada kepentingan rakyat atau masyarakat. Keperpihakan kita harus jelas yakni kepada masyarakat banyak,” kata Rusdi Saleh mengulang pesan Ketum PAN.
Intinya kata Rusdi Saleh, saat itu Ketum PAN berharap agar kader-kader PAN bisa menjadi orang-orang yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarganya tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara. (Febriansyah Fahlevi)


