Ketua Pepes Sumbar Wevy Maritha (nomor dua dari kanan) foto bersama dengan UMKM binaannya.
PADANG, Maestroinfo—Dengan penerapan pembatasan fisik yang diakibatkan pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melakukan terobosan baru dengan menggelar ajang pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke–35 berkonsep virtual.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebut pameran virtual TEI yang dijadwalkan berlangsung pada 10–16 November 2020 itu tujuannya adalah untuk terus mendorong keberlanjutan dan peningkatan promosi produk, mengembangkan jejaring bisnis dan investasi, serta menyajikan pameran produk unggulan Indonesia, terutama di masa yang penuh tantangan ini.
Terobosan yang dilakukan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Sambutan itu juga datang dari Perhimpunan Penggerak Indonesia Sejahtera (Pepes) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang sukses menggelar konverensi nasional secara virtual bertema "Dunia Rendang Yang Mendunia" pada Minggu 9 Agustus 2020 lalu.
Kata Ketua Pepes Sumbar Wevy Maritha, Kamis 2 Oktober 2020, Pepes Sumbar akan meluangkan waktu untuk mengikuti Trade Expo Indonesia ke–35 itu.
Bahkan kata Wevy Maritha, ia telah menyiampakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya untuk ikut dalam pameran virtual tersebut, seperti Rendang Zara, Rendang Rajo-rajo dan lainya.
Wevy Maritha, ia telah menyiampakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya untuk ikut dalam pameran virtual tersebut, seperti Rendang Zara
Momen ini kata Wevy Maritha menambahkan, akan dimanfaatkan untuk menampilkan berbagai produk ekspor unggulan, produk jasa potensial, serta peluang investasi di Sumatera Barat seperti sektor jasa; produk manufaktur; furnitur dan produk kerajinan; makanan dan minuman; serta fesyen dan aksesoris.
“Kesempatan ini tidak boleh kita sia-siakan, sebab promosi dan sosialisasi TEI ke–35 ini dilakukan oleh Kementerian Perdagangan melalui kolaborasi dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk kantor perwakilan RI dan perwakilan perdagangan di luar negeri,” kata Wevy Maritha.
Seperti diketahui promosi Trade Expo Indonesia (TEI) ini memang terbilang luar biasa, bahkan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto telah menegaskan agar Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) harus dapat berperan aktif sebagai agen pemasaran yang andal untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia.
Mendag berharap Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center harus bisa meyakinkan calon buyer datang ke TEI untuk berbisnis dengan eksportir Indonesia. Apalagi pelaksanaan pameran secara virtual, memungkinkan lebih banyak buyers hadir dari berbagai negara.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menargetkan penyelenggaraan TEI 2020 yaitu mendatangkan buyers secara virtual sebanyak mungkin dan bertransaksi dengan para eksportir Indonesia.
Target TEI 2020 juga mencakup diversifikasi pasar yang lebih luas, khususnya pasar-pasar nontradisional seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tengah. Selain itu, Kementrian Perdagangan juga menargetkan jumlah eksibitor mencapai 200 - 300 peserta dan lebih banyak pengunjung. (Marlim)

