Rusdi Saleh, Anggota DPRD Kota Solok yang juga pengurus Yayasan Darianis Yatim foto bersama Pimpinan Ponpes Darut Thalib, Ustadz Boby Gustiadi.
SOLOK, Maestroinfo—Kabar tentang jatuh bangunnya Ustadz Boby Gustiadi Bu’ulolo, bersama sang ayah Saardi Bu’ulolo dan ibunda tercinta Witri Anita, dalam mendirikan Pondok Pesantren Darut Thalib di Jalan Kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat, akhirnya sampai juga ke telinga Rusdi Saleh, pengurus Yayasan Darianis Yatim yang telah banyak melakukan renovasi tempat ibadah umat Islam di Kota dan Kabupaten Solok, bahkan sampai ke Kota Padang.
Mendengar kabar betapa susahnya Ustadz Boby mewujudkan pondok pesantren yang dibangun dari hasil tabungang sang ayah belasan tahun yang hanya bekerja sebagai sipir penjara dan simpanan sang ibu dari hasil buka warung di Lapas Kelas II B Laing Kota Solok, hati Rusdi Saleh menjadi tersentuh.
Di awal bulan Maret 2020 lalu Rusdi Saleh yang juga merupakan anggota DPRD Kota Solok itu langsung mengunjungi pondok pesantren yang dibanguan semenjak tahun 2017, yang awalnya melakukan proses belajar mengajar hanya di rumah Ustadz Boby Gustiadi, yang merupakan alumni pesantren Darussalam Aur Duri Sumani itu.
Nurani terdalam Rusdi Saleh makin bergetar manakala mendengar kabar dari pengurus pondok pesantren bahwa mereka hidup serba kekurangan di pesantren itu. Sebab, biaya pendidikan dari santri yang hanya Rp300 ribu perbulan tidak mencukupi untuk biaya kehidupan para santri yang rata-rata berasal dari keluarga tak mampu, anak yatim dan anak dari keluarga broken home.
Bahkan nurani Rusdi Saleh terasa teriris-iris ketika mendengar kabar karena “kemiskinan” para santri Ponpes Darut Thalib makan dengan lauk seadanya, para santri makan hanya dengan kerupuk, sayur dan cabai.
Rancangan gambar Ponpes Darut Thalib yang kelanjutannya dibantu oleh Rusdi Saleh melalui Yayasan Darianis Yatim.
Rusdi Saleh makin tak kuasa menahan sabaknya, lantaran mendengar fakta bahwa para santri berpuasa “sunah” bukan murni untuk ibadah, namun karena tak ada lagi yang akan dimakan.
Rasa sesal dan menyalahkan diri sendiri pun membelenggu Rusdi Saleh. Sebab selama ini ia bersama Yayasan Darianis Yatim sudah membangun 20 masjid di Kota dan Kabupaten Solok bahkan sampai ke Kota Padang dengan dana puluhan miliar rupiah.
Tak hanya itu, ia bersama Yayasan Darianis Yatim selama ini juga mencurahkan perhatian untuk membantu biaya pendidikan dan membantu masyarakat yang butuh pertolongan. Rusdi Saleh benar-benar merasa kecolongan !
Saat itu, Rusdi Saleh pun berjanji tak akan diam. Aktifis sosial dan juga anggota DPRD Kota Solok ini berjanji membantu keberlangsungan Ponpes Darut Thalib ini. Langkah pertama yang dilakukannya adalah dengan membantu biaya kebutuhan pengurus, guru-guru dan para santri Rp50 juta perbulan.
Sementara itu Ustadz Boby Gustiadi mengaku pada tahun 2018 lalu mulai membangun gedung untuk para santri Darut Thalib itu agar lebih nyaman belajar. Namun sayangnya, lantaran keterbatasan biaaaya, pembangunanya tak berlanjut.
Berunruntung, beberapa bulan lalu Pemko Solok dan DPRD Kota Solok menganggarkan dana hibah ke pesantren Darut Thalib sebesar Rp500 juta di APBD Kota Solok 2020. Namun dana itu tak mencukupi untuk membangun Ponpes Darut Thalib dengan rancangan gambar berlantai dua itu. Lagi lagi harapan Ustadz Boby Gustiadi bersama keluarganya untuk membangun pondok pesantren yang lebih representatif itu kembali terkendala.
Rusdi Saleh, Anggota DPRD Kota Solok yang juga pengurus Yayasan Darianis Yatim saat meninjau pembangunan Ponpes Darut Thalib.
Beruntung di tengah kendala yang dihadapi Ustadz Boby Gustiadi itu, lagi-lagi Rusdi Saleh bersama Yayasan Darianis Yatim yang telah banyak melakukan kegiatan bedah rumah masyarakat miskin, membantu pendidikan dari tingkat SD, SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi. Bahkan, saat ini, ada 4 mahasiswa yang dibantu biaya pendidikannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir hadir untuk memberikan solusi, dengan membantua biaya kelanjutan pembangunan pondok pesantren itu sebesar Rp2,5 miliar lebih.
Sementara itu Rusdi Saleh kata Rusdi Saleh kepada Masetroinfo, Senin 5 Oktober 2020 mengaku bahwa apa yang dilakukannya bersama Yayasan Darianis Yatim itu iklas karena Allah.
“Ikhlas akan membuat jiwa kita menjadi merdeka dan tidak dibelenggu pengharapan akan pujian, tidak haus akan imbalan. Hati menjadi tenang karena ia tidak diperbudak penantian mendapat penghargaan ataupun imbalan dari makhluk. Ketahuilah, bahwa penilaian dan penerimaan manusia atas apa yang kita lakukan, tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan penilaian dan penerimaan Allah terhadap segala sesuatu yang kita lakukan,” kata Rusdi Saleh.
Hanya satu harapan Rusdi Saleh, kelak bila bangunan pondok pesantren itu telah selesai, ia berharap Ponpes Darut Thalib itu tumbuh menjadi pusat keteladanan dari seorang kyai kepada santrinya yang saling berinteraksi selama 24 jam.
Rusdi Saleh juga menaruh harapan kelak di pesantren itu juga dikembangkan perasaan kebersamaan, yang meliputi sikap tolong-menolong, kesetiakawanan, dan persaudaraan sesama santri.
Sementara itu dari sisi pembinaan karakter individual, Rusdi Saleh berharap Ponpes Darut Thalib terus mengajarkan sikap hemat dan hidup sederhana yang jauh dari sifat konsumtif masyarakat perkotaan.
“Dengan demikian, pesantren sebagai institusi pendidikan milik masyarakat, sangat potensial untuk dkembangkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) menuju terwujudnya kecerdasan dan kesejahteraan bangsa. Cukup banyak dakwah yang bisa dilakukan melalui pesantren, tidak hanya dakwah yang menyampaikan ajaran Islam, tetapi jugamaupun dakwah tentang kehidupan dan pembangunan ummat,” harap Rusdi Saleh. (Febriansyah Fahlevi)


