Rusdi Saleh yang jarang disua tampil formil pada malam itu terlihat harus menyesuaikan diri dengan situasi mengenakan jas lengkap berbalut kemeja coklat plus dasi kombinasi abu-abu. Ia mengiringi Walikota Solok Zul Elfian memasuki areal Taman Makam Pahlawan (TMP) Mutiara Bangsa pada malam itu.
Dalam renungan suci yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 ini, bertindak sebagai inspektur upacara Dandim 0309/Solok Letkol Arm Reno Triambodo.
Kendati malam itu hujan pun pun datang “menyapa”, namun fakta itu tak mengurangi kekhidmatan berlangsungnya acara penghormatan kepada arwah pahlawan bangsa yang telah berjasa berjuang untuk memepersembahkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
Dari catatan yang ada, para pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Mutiara Bangsa Laing itu terdiri dari angkatan bersenjata 117 orang, pejuang rakyat 45 orang, serta pahlawan tidak dikenal 8 orang.
Pada malam itu Walikota Solok Zul Elfian mengajak peserta kegiatan renungan suci untuk mengenang jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan dengan sungguh-sungguh.
“Lanjutkan semangat perjuangan mereka dengan berbuat yang terbaik untuk diri, keluarga dan kemajuan bangsa dan negara," ujar Zul Elfian mengingatkan.
Ia pun mengatakan dengan peringatan hari kemerdekaan yang sudah 75 tahun direngkuh bangsa dan negara Indonesia, mestinya menjadi media menguatkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan di tengah kehidupan masyarakat. Apalagi di tengah maraknya isu perpecahan yang melanda Indonesia akhir-akhir ini.
Zul Elfian tak lupa mengingatkan agar semangat perjuangan para pahlawan harus dipegang kuat dan diwarisi oleh generasi muda Kota Solok. (Febriansyah Fahlevi)

