SUNGAI GERINGGING, Maestroinfo—Saat sebahagian besar seorang kepala keluarga sanggup mempersembahkan hunian yang layak untuk istri dan anak-anaknya, M. Joni (62 tahun) warga Korong Kapalo Padang Kampung Dadok, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) justru terperangkap dalam realita memiriskan.
Belasan tahun pria bertubuh kurus ini bersama sang istri Zuhaimi (55 tahun) dan si buah hati, Intan Sarafina, Reza Azizi, Fahri Amir Raziki dan Akhmad Ilham Fauzi tinggal di pondok berdinding dan beratap terpal serta berlantai tanah.
Bahkan, mereka tak punya tempat yang layak untuk merebahkan badan setelah penat bekerja seharian. Keluarga ini hanya punya kasur tipis yang sudah mengelupas pula.
Meski demikian, walau beralas kasur mengelupas di lantai tanah beralas terpal, serta beberapa lapis terpal pengganti atap, keluarga ini masih bisa nyenyak dalam tidurnya dengan penuh rasa syukur.
Kendati pendakian hidup yang dilalui M. Joni (62 tahun) bersama istri dan anak-anaknya terlalu tinggi, tajam dan berliku, namun mereka tak hendak menadahkan tangan untuk mengharap belas kasihan dari orang lain.
Karena kemiskinan yang "digenggamnya", pria yang tak punya pekerjaan tetap dan sering sakit-sakit itu harus menerima fakta tinggal di pondok berlapiskan terpal dan berlantai tanah. “Ini sudah kehendak Allah,” kata M. Joni dengan nada datar.
Ia mengaku, jangankan membeli triplek untuk mendinding pondoknya, pembeli beras untuk makan untuk keluarga ia harus kerja banting tulang memeras keringat dengan penghasilan yang tak seberapa.
Kabar duka lara pria tua bersama keluarga itu sampai jua ke telinga Kapolres Pariaman AKBP Deni Rendra Laksmana M.Psi beserta Ketua Bayangkhari Cabang Pariaman Ny Ayu Rendra.
Untuk memastikan kabar yang dialami warga Korong Kapalo Padang Kampung Dadok, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman yang sempat viral di media sosial itu, Deni Rendra Laksmana memerintahkan Kanit Laka Ipda Afrizal Sahar untuk mencari kebenaran kabar yang terjadi di daerah yang masuk wilayah hukum Polres Pariaman itu.
Setelah ditelusuri dan diklarifikasi kepada keluarga itu langsung didapat informasi pasti bahwa kondisi rumah M. Joni memang sangat memperihatinkan dan sangat layak untuk dibantu.
Realita memilukan ini pun segera disampaikan Ipda Afrizal Sahar kepada Kapolres Pariaman Deni Rendra Laksmana. Kapolres Pariaman ini lalu mengajak Ketua Baznas Padang Pariaman Rahmat Tuanku Sulaiman untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam aksi bedah rumah untuk M. Joni dan keluarga.
Sejalan dengan program Padang Pariaman Peduli yang dimiliki Baznas setempat, akhirnya dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75, Kapolres Pariaman bersama Ketua Baznas Padang Pariaman melakukan pembedahan rumah M. Joni dengan ukuran 4×6 m serta 2 kamar dan MCK.
Kegiatan bedah rumah di Korong Kapalo Padang Kampung Dadok itu dimulai Sabtu 15 Agustus 2020, dengan lama pekerjaan ditargetkan sekitar 15 hari.
Menerima kenyataan ia akan punya rumah yang layak untuk didiami, M. Joni merasa tengah berada dalam mimpi. Bahkan saat peletakan batu pertama rumahnya itu, M. Joni beberapa kali menepuk-nepuk muka dan mengusap-ngusap matanya, karena seakan dia sedang berada di alam mimpi. "Terimakasih pak Polisi, terimakasih pak Ketua Baznas," ucapnya berulang-ulang. (Febriansyah Fahlevi)

