Rusdi Saleh saat meninjau pengerjaan Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Thalib beberapa bulan lalu.
KOTA SOLOK, Maestroinfo—Sejarah mencatat semenjak Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Thalib didirikan di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada 1 Juli 2017 banyak sudah suka duka yang dilalui para santri maupun Ustadz Boby Gustiadi Bu’ulolo sebagai pendiri dan pengelola pondok pesantren tersebut.
Mulai dari keterbatasan ruangan belajar, para santri harus belajar di tenda hingga makan dengan lauk seadanya--hanya dengan kerupuk, sayur dan cabai--semua itu pernah dilalui para santri dan para guru serta pengelola pondok pesantren tersebut.
Namun kini kebahagian tengah menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Thalib tersebut. Hal itu terbukti dari ungkapan bahagia di linimasa facebook Ponpes Darut Thalib pada Kamis 17 Desember 2020.
“Terima kasih sebesar2 nya kepada bapak Rusdi Saleh. Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah... Aamiin ya Allah” begitu kalimat yang ditorehkan di linimasa facebook tersebut.
Ucapan tulus yang disampaikan pengurus dan santri Ponpes Darut Thalib tersebut merespon dimulainya pengecoran lantai tiga pembangunan pondok pesantren yang dibiaya Rusdi Saleh melalui Yayasan Darianis Yatim (YDY).
Kesibukan para pekerja menyiapkan pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Thalib.
Seperti diketahui beberapa bulan lalu, dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Darut Thalib, Yayasan Darianis Yatim melalui Rusdi Saleh yang juga merupakan anggota DPRD Kota Solok dari Partai Amanat Nasional (PAN) telah menyatakan niatnya untuk membangun pondok pesantren berlantai tiga itu hingga selesai, yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp5 miliar.
Bagi kader PAN ini apa yang dilakukannya itu bukanlah sesuatu yang baru, sebab sebelum menjadi anggota DPRD Kota Solok, ia sudah banyak berkecimpung dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Darianis Yatim.
Yayasan Darianis Yatim pimpinan H. Yenon Orsa itu semenjak didirikan tahun 2012 lalu banyak fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan dan pendidikan. Hingga kini sudah lebih dari 20 masjid yang dibangun di Kota dan Kabupaten Solok bahkan sampai ke Kota Padang dengan dana puluhan miliar rupiah.
Tak hanya itu, Rusdi Saleh bersama Yayasan Darianis Yatim selama ini juga mencurahkan perhatian untuk membantu biaya pendidikan dan membantu masyarakat yang butuh pertolongan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rusdi Saleh sebelumnya juga telah membantu biaya kebutuhan pengurus, guru-guru dan para santri Ponpes Darut Thalib Rp50 juta perbulan.
Rusdi Saleh yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis sore 17 Desember 2020 mengatakan, dirinya masih berada di Jakarta, usai mengikuti workshop nasional untuk para anggota DPRD PAN se-Indonesia di Surabaya.
Para pekerja sedang berkonsentrasi melakukan pengecoran lantai 3 bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Thalib.
Kendati begitu, ia menyempatkan menjawab bahwa plaksanaan pengecoran lantai tiga pembangunan Pondok Pesantren Darut Thalib tersebut merupakan kelanjutan pembangunan yang dimulai sejak bulan Oktober 2020 lalu.
Rusdi Saleh berharap, dengan selesainya pembangunan gedung Ponpes Darut Thalib di Jalan Kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok itu dapat membuat para santri lebih nyaman belajar dan bermukim di pondok pesantren, sehingga mereka lebih fokus dalam belajar dan menuntut ilmu agama di Ponpes.
Rusdi Saleh meyakini bahwa pondok pesantren sendiri memiliki peran besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tanah air termasuk di Kota Solok.
“Pesantren secara keseluruhan mengalami perkembangan yang luar biasa. Mulai dari ilmu pengetahuan maupun fisik bangunan. Seiring dengan perkembangan zaman, tentunya, semakin besar pula tantangan yang dihadapi pesantren ke depan,” kata Rusdi Saleh.
Karena itu, ia pun berharap Pondok Pesantren Darut Thalib bisa menjadi tempat reproduksi ulama, walaupun nanti pada akhirnya tidak semua santrinya menjadi ulama.
Ia juga berharap Pondok Pesantren Darut Thalib mengembangkan kembali pesantren sebagai lembaga tafaqquh fi ad din atau berkonsentrasi memperdalam pengetahuan. (Febriansyah Fahlevi)


